Pages

 

Sabtu, 24 Januari 2015

Mike Tyson : “Saya Butuh ALLAH”

0 komentar

Mike Tyson : “Saya Butuh ALLAH”

Hidayah bisa datang kapan saja, kepada siapa saja. Allah Maha Berkehendak, untuk siapa hidayah-Nya akan diturunkan. Cahaya inspirasi Islam bisa menyentuh siapapun, termasuk sosok yang satu ini, sosok yang terkesan garang dan sangar, petinju legendaris, Mike Tyson.
Peristiwa “menggigit kuping” Evander Hollyfield mungkin adalah berita terpanas tentang Mike Tyson. Sekarang, mari kita simak sisi lain yang sebenarnya juga cukup mencengangkan ketika di ungkap, yaitu kisah keislaman Mike Tyson.
Mike Tyson menjadi muallaf saat berada di penjara sekitar tahun 1992. Dia dipenjara karena kasus perkosaan. Dalam sebuah wawancara dengan FOX411, ada ungkapan yang menyentuh dari pemilik nama hijrah Malik Abdul Aziz ini ketika ditanya tentang keislamannya, yaitu “Saya sangat bahagia menjadi Muslim. Allah tidak butuh saya, tapi saya butuh ALLAH”.
Ada gosip yang berhembus saat Mike Tyson berpindah ke agama Islam. Dikatakan bahwa Mike Tyson menjadi muallaf dengan alasan sebagai bentuk penghormatan kepada petinju idolanya, yaitu Cassius Marcellus Clay Jr alias Muhammad Ali. Akan tetapi, isu ini secara halus terbantahkan dengan apa yang disampaikan Mike Tyson tentang perubahan dalam hidupnya. “Tuhan menghendaki sesuatu terjadi pasti karena ada suatu alasan. Itu semua adalah proses pembelajaran, dan Anda harus berpindah dari level satu ke level berikutnya.”
Tahun 2010, Mike Tyson melaksanakan umroh. Dia mengungkapkan kebahagiaannya setelah selesai umroh melalui twitter,”saya baru saja meninggalkan kota suci Mekah , kota dimana Allah memberkahi saya untuk bisa melaksanakan Umroh. InshaAllah, Allah akan terus memberikan keberkahan kepada saya untuk tetap berada di jalan yang lurus ini”.
Kita bisa menangkap ekspresi kebahagiaan yang sangat dari Mike Tyson setelah bertekad memeluk Islam. Dan memang begitulah seharusnya setiap muslim merasakannya. Kita harus mampu mengambil pelajaran dari setiap perjalanan hidup kita dan ada kemauan menetapkan pilihan untuk berubah menuju ke arah yang lebih baik. Dengan begitu, kita akan meraih bahagia, bahagia karena telah memilih jalan yang lurus, jalan yang benar, jalan yang diberkahi Allah SWT.

[sumber : foxnews.com/complex.com/emirates247.com]

0 komentar:

Posting Komentar

 
. © 2012 Berbagi Syiar Islam. Supported by Ilman-Islam and Graficom