Pages

 

Kamis, 18 Juli 2013

Subhanallah...satu lagi saudara kita dari Papua...mengucapkan dua kalimat Syahadat...

0 komentar

Subhanallah...Indahnya Islam serta Hidayah Allah yg diberikan kepada saudara kita yg berasal dari Ujung Indonesia Timur (PAPUA).
Pimpinan Kepala Suku Asmat, Papua, Umar Abdul Kayimter didampingi oleh Ustadz Fadlan Garamatan saat membaca dua kalimat Syahadat di Masjid Darussalam, Jatibening, Bekasi, Jawa Barat, Ahad (19/2).

Acara yang dipimpin oleh ustadz Fadlan Garamatan ini merupakan pengukuwah Islamiyah Kepala Suku Asmat bersama istri dan seorang putranya yang berusia 12 tahua serta pengukuhan kembali pernikahan Kepala suku bersama istrinya secara Islam.
Alhamdulillah..semoga dengan bertepatan di Bulan Ramadhan 1434 Hijriyah , semoga Bulan ini menjadi bulan penuh Rahmat, Hidayah & Berkah untuk kita semua...Insya Allah..Amin ya Allah...

Sumber : http://www.republika.co.id/
Read more...

Kamis, 11 Juli 2013

Kisah Mualaf Yang Membuat Para Muslim Menjadi Malu

0 komentar
Rasulullah saw bersabda: ”Setiap bayi yang dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, atau Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari)
Kisah bocah Amerika ini tidak lain adalah sebuah bukti yang membenarkan hadits tersebut di atas.
Alexander Pertz dilahirkan dari kedua orang tua Nasrani pada tahun 1990 M. Sejak awal ibunya telah memutuskan untuk membiarkannya memilih agamanya jauh dari pengaruh keluarga atau masyarakat. Begitu dia bisa membaca dan menulis maka ibunya menghadirkan untuknya buku-buku agama dari seluruh agama, baik agama langit atau agama bumi. Setelah membaca dengan mendalam, Alexander memutuskan untuk menjadi seorang muslim. Padahal ia tak pernah bertemu muslim seorangpun.
Dia sangat cinta dengan agama ini sampai pada tingkatan dia mempelajari sholat, dan mengerti banyak hukum-hukum syar’i, membaca sejarah Islam, mempelajari banyak kalimat bahasa Arab, menghafal sebagian surat, dan belajar adzan.
Semua itu tanpa bertemu dengan seorang muslimpun. Berdasarkan bacaan-bacaan tersebut dia memutuskan untuk mengganti namanya yaitu Muhammad ’Abdullah, dengan tujuan agar mendapatkan keberkahan Rasulullah saw yang dia cintai sejak masih kecil.
Salah seorang wartawan muslim menemuinya dan bertanya pada bocah tersebut. Namun, sebelum wartawan tersebut bertanya kepadanya, bocah tersebut bertanya kepada wartawan itu, ”Apakah engkau seorang yang hafal Al Quran ?”
Wartawan itu berkata: ”Tidak”. Namun sang wartawan dapat merasakan kekecewaan anak itu atas jawabannya.
Bocah itu kembali berkata , ”Akan tetapi engkau adalah seorang muslim, dan mengerti bahasa Arab, bukankah demikian ?”. Dia menghujani wartawan itu dengan banyak pertanyaan. ”Apakah engkau telah menunaikan ibadah haji ? Apakah engkau telah menunaikan ’umrah ? Bagaimana engkau bisa mendapatkan pakaian ihram ? Apakah pakaian ihram tersebut mahal ? Apakah mungkin aku membelinya di sini, ataukah mereka hanya menjualnya di Arab Saudi saja ? Kesulitan apa sajakah yang engkau alami, dengan keberadaanmu sebagai seorang muslim di komunitas yang bukan Islami ?”
Setelah wartawan itu menjawab sebisanya, anak itu kembali berbicara dan menceritakan tentang beberapa hal berkenaan dengan kawan-kawannya, atau gurunya, sesuatu yang berkenaan dengan makan atau minumnya, peci putih yang dikenakannya, ghutrah (surban) yang dia lingkarkan di kepalanya dengan model Yaman, atau berdirinya di kebun umum untuk mengumandangkan adzan sebelum dia sholat. Kemudian ia berkata dengan penuh penyesalan, ”Terkadang aku kehilangan sebagian sholat karena ketidaktahuanku tentang waktu-waktu sholat.”
Kemudian wartawan itu bertanya pada sang bocah, ”Apa yang membuatmu tertarik pada Islam ? Mengapa engkau memilih Islam, tidak yang lain saja ?” Dia diam sesaat kemudian menjawab.
Bocah itu diam sesaat dan kemudian menjawab, ”Aku tidak tahu, segala yang aku ketahui adalah dari yang aku baca tentangnya, dan setiap kali aku menambah bacaanku, maka semakin banyak kecintaanku”.
Wartawab bertanya kembali, ”Apakah engkau telah puasa Ramadhan ?”
Muhammad tersenyum sambil menjawab, ”Ya, aku telah puasa Ramadhan yang lalu secara sempurna. Alhamdulillah, dan itu adalah pertama kalinya aku berpuasa di dalamnya. Dulunya sulit, terlebih pada hari-hari pertama”. Kemudian dia meneruskan : ”Ayahku telah menakutiku bahwa aku tidak akan mampu berpuasa, akan tetapi aku berpuasa dan tidak mempercayai hal tersebut”.
”Apakah cita-citamu ?” tanya wartawan
Dengan cepat Muhammad menjawab, ”Aku memiliki banyak cita-cita. Aku berkeinginan untuk pergi ke Makkah dan mencium Hajar Aswad”.
”Sungguh aku perhatikan bahwa keinginanmu untuk menunaikan ibadah haji adalah sangat besar. Adakah penyebab hal tersebut ?” tanya wartawan lagi.
Ibu Muhamad untuk pertama kalinya ikut angkat bicara, dia berkata : ”Sesungguhnya gambar Ka’bah telah memenuhi kamarnya, sebagian manusia menyangka bahwa apa yang dia lewati pada saat sekarang hanyalah semacam khayalan, semacam angan yang akan berhenti pada suatu hari. Akan tetapi mereka tidak mengetahui bahwa dia tidak hanya sekedar serius, melainkan mengimaninya dengan sangat dalam sampai pada tingkatan yang tidak bisa dirasakan oleh orang lain”.
Tampaklah senyuman di wajah Muhammad ’Abdullah, dia melihat ibunya membelanya. Kemudian dia memberikan keterangan kepada ibunya tentang thawaf di sekitar Ka’bah, dan bagaimanakah haji sebagai sebuah lambang persamaan antar sesama manusia sebagaimana Tuhan telah menciptakan mereka tanpa memandang perbedaan warna kulit, bangsa, kaya, atau miskin.
Kemudian Muhammad meneruskan, ”Sesungguhnya aku berusaha mengumpulkan sisa dari uang sakuku setiap minggunya agar aku bisa pergi ke Makkah Al-Mukarramah pada suatu hari. Aku telah mendengar bahwa perjalanan ke sana membutuhkan biaya 4 ribu dollar, dan sekarang aku mempunyai 300 dollar.”
Ibunya menimpalinya seraya berkata untuk berusaha menghilangkan kesan keteledorannya, ”Aku sama sekali tidak keberatan dan menghalanginya pergi ke Makkah, akan tetapi kami tidak memiliki cukup uang untuk mengirimnya dalam waktu dekat ini.”
”Apakah cita-citamu yang lain ?” tanya wartawan.
“Aku bercita-cita agar Palestina kembali ke tangan kaum muslimin. Ini adalah bumi mereka yang dicuri oleh orang-orang Israel (Yahudi) dari mereka.” jawab Muhammad
Ibunya melihat kepadanya dengan penuh keheranan. Maka diapun memberikan isyarat bahwa sebelumnya telah terjadi perdebatan antara dia dengan ibunya sekitar tema ini.
Muhammad berkata, ”Ibu, engkau belum membaca sejarah, bacalah sejarah, sungguh benar-benar telah terjadi perampasan terhadap Palestina.”
”Apakah engkau mempunyai cita-cita lain ?” tanya wartawan lagi.
Muhammad menjawab, “Cita-citaku adalah aku ingin belajar bahasa Arab, dan menghafal Al Quran.”
“Apakah engkau berkeinginan belajar di negeri Islam ?” tanya wartawan
Maka dia menjawab dengan meyakinkan : “Tentu”
”Apakah engkau mendapati kesulitan dalam masalah makanan ? Bagaimana engkau menghindari daging babi ?”
Muhammad menjawab, ”Babi adalah hewan yang sangat kotor dan menjijikkan. Aku sangat heran, bagaimanakah mereka memakan dagingnya. Keluargaku mengetahui bahwa aku tidak memakan daging babi, oleh karena itu mereka tidak menghidangkannya untukku. Dan jika kami pergi ke restoran, maka aku kabarkan kepada mereka bahwa aku tidak memakan daging babi.”
”Apakah engkau sholat di sekolahan ?”
”Ya, aku telah membuat sebuah tempat rahasia di perpustakaan yang aku shalat di sana setiap hari” jawab Muhammad
Kemudian datanglah waktu shalat maghrib di tengah wawancara. Bocah itu langsung berkata kepada wartawan,”Apakah engkau mengijinkanku untuk mengumandangkan adzan ?”
Kemudian dia berdiri dan mengumandangkan adzan. Dan tanpa terasa, air mata mengalir di kedua mata sang wartawan ketika melihat dan mendengarkan bocah itu menyuarakan adzan.
Kisah bocah Amerika ini tidak lain adalah sebuah bukti yang membenarkan hadits tersebut di atas.
posted by Pujiono Abuzuhasna
Read more...

Kamis, 20 Juni 2013

Dr. Maurice Bucaille Peluk Islam Selepas Bedah Mumia Firaun?

0 komentar
maurice-bucaille-565x248
Presiden Perancis menawarkan kerajaan Mesir bantuan untuk meneliti, mempelajari dan menganalisis mumia Firaun, Ramsess II yang sangat terkenal pada tahun 1976.
Firaun yang dikatakan hidup di zaman Nabi Musa yang akhirnya mati tenggelam dalam Laut Merah ketika mengejar Musa dan para pengikut baginda yang melarikan diri daripada kekejamannya.
Mesir menyambut baik tawaran itu dan membenarkan mumia itu diterbangkan ke Paris.
Malah ketika sampai di sana kedatangan mumia itu disambut dengan pesta dan keramaian.
Ini termasuklah apabila Presiden Mitterand dan para pemimpin Perancis yang lain tunduk hormat ketika mumia itu dibawa lalu di hadapan mereka.
Mumia itu kemudiannya diletakkan di ruang khas di Pusat Arkeologi Perancis.
Di situ ia bakal diperiksa sekali gus membongkar rahsianya oleh para pakar, doktor bedah dan autopsi Perancis yang dipimpin oleh doktor yang sangat terkenal, Prof. Dr. Maurice Bucaille.
Bucaille seorang pakar bedah kenamaan Perancis yang dilahirkan di Pont-L’Eveque pada 19 Julai 1920. Memulakan kerjaya di bidang perubatan am dan pada tahun 1945 beliau diiktiraf sebagai pakar di bidang gastroentorologi.
Ramai kerabat diraja dan keluarga pemimpin dunia menggunakan khidmat Dr. Bucaille, termasuk Raja Faisal Arab Saudi dan pemimpin Mesir, Anwar Sadat.
Lalu kesempatan beliau untuk membedah dan menyiasat mumia Firaun, mengerah seluruh tenaga dan mindanya untuk menguak misteri di sebalik penyebab kematian raja Mesir kuno itu.
Ternyata, hasilnya sangat mengejutkan.
Dr. Bucaille menemukan sisa-sisa garam yang masih melekat pada jasad mumia tersebut sebagai bukti terbesar bahawa Firaun itu mati akibat tenggelam di dalam laut.
Iaitu jasadnya segera dikeluarkan dari laut, ‘dirawat’ segera dan dijadikan mumia supaya jasad itu kekal awet.
Namun penemuan itu menimbulkan persoalan yang sangat besar kepada Dr. Bucaille.
Bagaimana jasad tersebut masih dalam keadaan sangat baik berbanding jasad-jasad yang lazimnya tenggelam dan dikeluarkan daripada laut?
Lalu beliau menyiapkan sebuah laporan akhir yang diyakininya sebagai penemuan baru, iaitu proses menyelamatkan mayat Firaun dari laut dan kaedah pengawetannya.
Laporan tersebut diterbitkan dengan tajuk; Mumia Firaun: Sebuah Penelitian Perubatan Moden (judul asalnya; Les Momies Des Pharaons Et La Midecine).
Ekoran penerbitan laporan itu, Dr Bucaille dianugerah penghargaan tertinggi kerajaan iaitu Le Prix Diane Potier-Boes (Penghargaan Dalam Sejarah) oleh Academie Frantaise dan anugerah Prix General daripada Academie Nationale De Medicine, Perancis.
KISAH FIRAUN DI DALAM AL QURAN.
ramses-mummy
Namun seorang rakan sempat membisikkan kepada Dr. Bucaille bahawa penemuan ini sebenarnya bukan sesuatu yang baru.
“Jangan tergesa-gesa kerana sesungguhnya umat Islam telah berbicara mengenai peristiwa Firaun yang mati lemas dan mayatnya dipelihara sehingga hari ini!”
Namun kata-kata itu ditentang keras oleh Dr. Bucaille kerana beliau menganggap sangat mustahil.
Baginya membongkar sesebuah misteri yang lama tidak mungkin dapat diketahui kecuali dengan perkembangan teknologi moden, peralatan dan makmal canggih yang mutakhir dan tepat.
Dr. Bucaille menjadi serba salah dan bingung apabila diberitahu bahawa al-Quran yang diyakini dan dipercayai oleh umat Islam telahpun meriwayatkan kisah tenggelamnya Firaun dan kemudian mayatnya diselamatkan.
Beliau semakin tertanya-tanya, bagaimana perkara seperti itu dapat diterima oleh akal kerana mumia itu baru sahaja ditemui sekitar tahun 1898.
Sedangkan al-Quran telah ada di tangan umat Islam sejak ribuan tahun sebelumnya.
dyn004_original_320_240_pjpeg_2546912_4923dbd81a8c4bae74f2aefc40cfaf90
Sambil mata tidak lepas memandang mumia Firauan yang terbujur di hadapannya, Dr. Bucaille terus tertanya-tanya bagaimana al-Quran dapat membicarakan kisah Firaun yang jasadnya diselamatkan dari hancur sejak ribuan tahun lalu.
“Apakah masuk akal di hadapanku ini adalah Firaun yang cuba menangkap Musa (Nabi)? Apakah masuk akal Muhammad (Nabi) mengetahui hal sejarah ini? Pada hal kejadian Musa dikejar Firaun telah berlaku sebelum al-Quran diturunkan,” bicara hatinya sendirian.
Lalu beliau mendapatkan kitab Injil yang di dalamnya hanya membicarakan Firaun yang tenggelam di tengah laut saat mengejar Nabi Musa tetapi tidak diceritakan mengenai mayat Firaun.
Sementara dalam Kitab Perjanjian Lama (Injil Lama) pula yang diceritakan dalam kitab itu hanyalah: “Air (laut) pun kembali seperti sebuah lautan yang berombak dan beralun, menenggelamkan kereta-kereta (chariot) kuda, pasukan berkuda dan seluruh bala tentera Firaun tanpa ada seorang pun yang berjaya menyelamatkan diri. Tetapi anak-anak Israel dapat menyelamatkan diri atas daratan kering di tengah-tengah laut itu”. (Exodus 14:28 dan Psalm 136:15)
Dr. Bucaille sangat terkejut kerana tidak ada disebut langsung mengenai apa yang terjadi seterusnya kepada mayat Firaun selepas tenggelam itu.
Ini menjadikan beliau semakin kebingungan.
Apabila mumia dikembalikan semula ke Mesir, Dr. Bucaille terus mendapatkan kepastian mengenai mumia itu.
Lalu beliau memutuskan untuk bertemu dengan para ilmuwan Islam mengenai sejarah Nabi Musa, kekejaman Firaun sehinggalah Bani Israel meninggalkan Mesir dan dikejar Firaun dengan seluruh bala tentera di belakang mereka.
Maka salah seorang mereka terus bangun dan membaca ayat al-Quran berhubung sejarah tersebut untuk Dr. Bucaille mendengarkannya sendiri:
“Maka pada hari ini Kami selamatkan badan kamu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudah kamu dan sesungguhnya kebanyakan manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.” (Yunus: 92)
Apabila mendengar ayat ini, hati Dr. Bucaille benar-benar tersentuh. Beliau akhirnya mengakui kebenaran ayat itu kerana ia dapat diterima akal dan memberikan satu inspirasi serta dorongan kepada sains untuk maju meneroka lebih jauh lagi.
Lalu dengan hati yang begitu bergetaran dalam menahan sebak dan keharuan, beliau pun bangun dan dengan suara yang lantang berkata: “Sesungguhnya aku masuk Islam dan beriman dengan al-Quran ini.”
Tidak sekadar beliau mengakui kebenaran dan memeluk Islam tetapi beliau kemudiannya pulang ke Perancis dengan menggali seluruh isi al-Quran.
Akhirnya beliau berjaya menerbitkan buku yang sangat mengejutkan seluruh dunia dan sehingga kini telah diterjemahkan dalam pelbagai bahasa pada tahun 1976, iaitu The Bible, the Qur’an, and Science : The Holy Scriptures Examined in the Light of Modern Knowledge.
Melalui buku ini, Dr. Bucaille yang kemudiannya dikenali sebagai Dr. Yahya Maurice Bucaille berjaya membuktikan bahawa al-Quran adalah selari dengan fakta-fakta sains sementara kitab Injil adalah sebaliknya.
“Sains dan Islam umpama saudara kembar yang tidak boleh berpisah. Ini kerana dalam Injil terdapat pelbagai kesilapan dari aspek saintifik tetapi tiada sedikitpun kesilapan seperti itu ada dalam al-Quran. “Al-Quran yang di dalamnya diceritakan segala penjelasan mengenai fenomena alam semula jadi yang sangat bertepatan dengan sains moden,” katanya.
Beliau memberikan kesimpulan bahawa tidak syak lagi al-Quran benar-benar kalam Allah!

Read more...

Kamis, 16 Mei 2013

Menjadi pengusaha sukses dalam perspektif Al-Qur’an

0 komentar

Untuk bisa menjadi pengusaha sukses dalam perspektif Al-Qur’an, ada 7 (tujuh) syarat yang harus dipenuhi oleh seseorang.
Bahwa syarat modal utama untuk menjadi pengusaha sukses bagi orang Muslim adalah beriman. Karena dengan beriman seseorang akan takut kepada Allah SWT , sehingga seorang pengusaha akan cenderung untuk selalu jujur pada pembelinya dan tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang merugikan orang lain dalam usahanya.
Syarat kedua, seorang pengusaha sukses harus khusuk dalam Sholat. Karena jika  terbiasa melakukan sholat dengan  khusuk seseorang akan terbiasa untuk  berkonsentrasi dalam Melakukan segala aktivitasnya.

“Khusuk dalam sholat bukan berarti tidak tahu apa-apa. Tetapi lebih berarti konsentrasi kepada Allah SWT dengan membaca bacaan sholat dan mengingat jumlah rakaat sholat yang dikerjakan. Untuk berdagangpun perlu konsentrasi misalnya dalam penghitungan uang. Jika tidak konsentrasi dikhawatirkan  nanti uang anda akan kurang, hilang, dan sebagainya.
Ketiga, pengusaha sukses adalah orang-orang yang mau meninggalkan omongan-omongan yang tidak bermanfaat. Dalam hal ini adalah bergosip yang pada akhirnya membicarakan aib orang lain. Allah SWT akan menjaga aib seseorang jika ia juga menjaga aib orang lain.
“Tidaklah sempurna keimanan seseorang jika ia  tidak mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” Ustad Sudirman juga menjelaskan bahwa kebanyakan orang masuk neraka karena tidak pandai menjaga antara kumis dan jenggot yaitu ucapan atau lisannya.
Keempat, pengusaha sukses harus memiliki sifat suka menolong yang dapat diwujudkan dalam bentuk zakat, infaq, dan shodaqoh. “Dalam QS Al An’am 160 disebutkan:
Barangsiapa membawa amal yang baik,  Maka baginya (pahala) sepuluh kali  lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan  jahat, Maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan)”.
“Orang yang ahli bershodaqoh tidak akan ada yang jatuh miskin melainkan Allah SWT akan selalu menambah nikmat dan rizki nya dan tidak akan masuk surga orang-orang yang bakhil,”
Syarat kelima, pengusaha sukses adalah orang-orang yang pandai menjaga kemaluannya, kecuali kepada Istri :
Rasullullah bersabda “Jika kau temui wanita di jalan dan kau tertarik padanya maka pulanglah ke Istrimu.
“Suami idaman itu adalah yang memenuhi ‘5S’. Yaitu Sholeh, Sabar, Sayang, Setia, dan kebutuhan keluarga harus selalu ada.
Keenam, pengusaha sukses adalah orang-orang yang pandai menjaga amanah dan menepati janji. Ciri-ciri orang yang munafik biasanya orang itu suka berbicara bohong, jika berjanji tidak ditepati , dan jika dipercaya justru berkhianat.
Syarat terakhir atau yang ketujuh, untuk menjadi pengusaha sukses seseorang harus menjaga sholat 5 waktunya  dengan baik.

“Orang-orang yang yang memiliki tujuh sifat itu, tidak hanya akan menjadi pengusaha sukses tapi juga akan mewarisi surga firdaus dan kekal di dalamnya,” Insya Allah..


Read more...

Jumat, 20 Juli 2012

Bersyukur kita masih berjumpa Ramadhan

0 komentar

Bersyukur kita masih berjumpa Rhamadan bulan ini, dimana bulan Ramadhan merupakan bulan Berkat, bulan Rahmat, bulan Ampunan (magfiroh) serta punya banyak kelebihan. Rasulullah SAW dalam kitab At Targhib Juz II/217-218, menyatakan bahwa manusia akan diberikan berkah dalam satu bulan Ramadhan ini, antara lain :


  1. Bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik daripada seribu bulan
  2. Bulan yang Allah telah menjadikan puasaNya suatu kewajiban dan shalat pada malam harinya suatu tahawwu’ (ibadah sunnah yang sangat dianjurkan).
  3. Siapa yang mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, maka ia akan diberi pahala sama seperti menunaikan kewajiban (fardhu) di bulan yang lain.
  4. Siapa yang menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan, maka ia akan diberi pahala sama dengan orang yang mengerjakan 70 kali kewajiban tersebut di bulan yang lain.
  5. Ramadhan adalah kesabaran, sedangkan sabar itu pahalanya adalah surga.
  6. Ramadhan adalah pertolongan.
  7. Ramadhan adalah Allah menambah rezeki para mukmin di dalamnya.
  8. Siapa yang pada bulan itu memberikan makanan berbuka puasa, maka perbuatan itu menjadi pengampunan atas dosa-dosanya, dan ia akan mendapatkan pahala tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut.
  9. Bulan Ramadhan adalah bulan yang permulaannya adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, dan akhirnya adalah pembebasan dari neraka.
  10. Siapa yang meringankan beban dari orang yang dikuasainya, maka Allah akan mengampuni dosanya dan membebaskannya dari api neraka. Oleh karena itu perbanyaklah perbuatan yang menyenangkan Tuhan dan yang sangat diperlukan, yakni memohon ampun pada-Nya.
Berikut ini beberapa hadist yang meriwayatkan nikmatnya yang diberikan 4llah SWT atas datangnya bulan Ramadhan :
Rasulullah SAW bersabda : Apabila telah tiba Ramadhan, dibuka pintu-pintu syurga dan ditutup semua pintu neraka dan diikat semua syaitan. (HR Imam Bukhari, Muslim, Nasai’i, Ahmad dan Baihaqi)
Rasulullah SAW telah bersabda yang maksudnya : Siapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan niscaya akan diampuninya segala dosanya yang telah lalu. (HR. Imam Nasai’i, Ibn Majah, Ibn Hibban dan Baihaqi)
Rasulullah S.A.W telah bersabda yang maksudnya : Setiap amalan anak Adam baginya melainkan puasa maka ia untuk-Ku dan Aku akan membalasnya. Dan puasa adalah perisai, maka apabila seseorang berada pada hari puasa maka dia dilarang menghampiri (bercumbu) pada hari itu dan tidak meninggikan suara. Sekiranya dia dihina atau diserang maka dia berkata : Sesungguhnya aku berpuasa demi Tuhan yang mana diri nabi Muhammad ditangan-Nya maka perubahan bau mulut orang berpuasa lebih harum di sisi Allah pada hari qiamat daripada bau kasturi, dan bagi orang berpuasa dua kegembiraan yang mana dia bergembira dengan keduanya apabila berbuka dia bergembira dengan waktu berbukanya dan apabila bertemu Tuhannya dia gembira dengan puasanya. (HR. Imam Bukhari, Muslim, Nasai’i, Ahmad, Ibn Khuzaimah, Ibn Hibban dan Baihaqi)
Barangsiapa memberi makan kepada orang yang berbuka puasa maka dia memperoleh pahalanya, dan pahala bagi yang (menerima makanan) berpuasa tidak dikurangi sedikitpun (HR. Tirmidzi)
  • Diriwayatkan daripada Sahl bin Sad R.A daripada Nabi SAW bersabda yang artinya: Sesungguhnya di dalam syurga terdapat satu pintu yang disebut Ar-Rayyan yang mana pada hari Kiamat orang-orang yang berpuasa masuk kedalamnya (dan) tidak seorangpun selain mereka memasukinya. Dikatakan: “Dimanakah orang-orang yang berpuasa?” Maka mereka pun berdiri (untuk memasukinya), tidak ada seorang pun selain mereka yang memasukinya. Apabila mereka telah masuk maka pintu itu ditutup sehingga tidak ada seorang pun yang masuk dari padanya. (HR. Bukhari)
Diriwayatkan daripada Abu Hurairah R.A daripada Rasulullah SAW bersabda: Maksudnya: Segala amal kebajikan anak Adam itu dilipat-gandakan pahalanya kepada sepuluh hinggalah ke 700 kali ganda. Allah berfirman: Kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu adalah untuk-Ku dan Aku memberikan balasan (pahala) kepadanya, (kerana) dia(orang yang berpuasa) telah meninggalkan syahwat dan makan minumnya kerana Aku. (H.R Muslim)
Diriwayatkan daripada Abu Said Al-Khudri R.A, aku mendengar Nabi SAW bersabda: Maksudnya: Barangsiapa yang berpuasa sehari pada jalan Allah nescaya Allah akan menjauhkan mukanya dari api neraka (sejauh perjalanan 70 tahun). (HR Bukhari)
Dari Ibnu Umar RA, katanya Rasulullah saw. bersabda: Carilah malam qadar itu pada sepuluh malam yang akhir bulan Ramadhan. Jika kamu lelah, maka janganlah dilewatkan pada tujuh malam yang masih tinggal. (HR Muslim)
Dari Abdullah bin Umar RA. bahwa Nabi SAW. bersabda: Puasa dan Al Qur’an memberi syafaat kepada hamba Allah pada hari kiamat. Puasa berkata, Wahai Tuhanku, aku telah menghalanginya makan minum dan memenuhi syahwatnya pada siang hari, maka perkenankanlah aku memberi syafaat baginya. Dan Al Qur’an pun berkata, Aku telah menghalanginya tidur pada malam hari, maka perkenankanlah aku memberi syafaat baginya. Lalu syafaat keduanya diterima Allah.( H.R Ahmad)
Dari Abu Hurairah RA bahwa Nabi SAW bersabda: Di dalam bulan Ramadhan umatku diberi lima perkara yang tidak pernah diberikan kepada umat-umat sebelumnya:
  1. Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kesturi.
  2. Para malaikat selalu memintakan ampunan untuk mereka hingga mereka berbuka.
  3. Setiap hari Allah menghias syurga-Nya sambil berkata, Hamba-hamba Ku yang soleh ingin melepas beban dan penderitaannya dan mereka rindu untuk memasukimu.
  4. Pada bulan ini diikat syaitan-syaitan yang durhaka sehingga mereka tidak berleluasa mencapai apa yang dapat dicapainya pada bulan lain.
  5. Mereka diampuni oleh Allah SWT pada malam yang terakhir dari bulan itu. Para sahabat bertanya, Wahai Rasulullah, apakah itu malam Lailatul Qadar? Beliau menjawab, Tidak, karena orang yang bekerja itu akan dipenuhi upahnya manakala sudah menyelesaikan pekerjaannya. (HR Ahmad)
Dari Jabir RA bahwa Nabi SAW bersabda: Puasa itu perisai yang dipergunakan seorang hamba untuk membentengi dirinya dari siksaan neraka. (HR Ahmad)
Rasulullah SAW bersabda: Sahur itu seluruhnya berkat, karena itu janganlah kamu meninggalkannya walaupun hanya dengan seteguk air, karena Allah dan malaikat-Nya memberi salawat kepada orang-orang yang makan pada waktu sahur. (HR. Ahmad)
Sabda Rasulullah SAW bersabda : Tiga doa yang sangat mustajab, doa orang yang puasa, doa orang yang di zalimi dan orang yang musafir. (HR. Ahmad, Bukhari, Abu Dawud & Tirmidzi)
Nabi SAW bersabda : Tidurnya orang yang puasa tetap dalam ibadat dan diamnya dianggap tasbih dan amalnya dilipat gandakan dan doanya mustajab dan dosanya diampunkan. (Riwayat Al Baihaqi)
Rasululah SAW bersabda : Puasa itu bagaikan perisai, maka apabila seseorang kamu berpuasa, jangan berkata kotor dan jangan berkata kasar. Jika seseorang mencacinya atau menyerangnya maka hendaklah dia mengatakan. Aku ini sedang shaum/puasa. (Sahih Bukhari)

Read more...

Selasa, 17 Juli 2012

Kalah..dengan kekuatan Al-Qur'an

0 komentar

Sejak kecil Dr Jeffrey Lang dikenal ingin tahu. Ia kerap mempertanyakan logika sesuatu dan mengkaji apa pun berdasarkan perspektif rasional. “Ayah, surga itu ada?” tanya Jeffrey kecil suatu kali kepada ayahnya tentang keberadaan surga, saat keduanya berjalan bersama anjing peliharaan mereka di pantai. Bukan suatu kejutan jika kelak Jeffrey Lang menjadi profesor matematika, sebuah wilayah dimana tak ada tempat selain logika.

Saat menjadi siswa tahun terakhir di Notre Dam Boys High, sebuah SMA Katholik, Jeffrey Lang memiliki keberatan rasional terhadap keyakinan akan keberadaan Tuhan. Diskusi dengan pendeta sekolah, orangtuanya, dan rekan sekelasnya tak juga bisa memuaskannya tentang keberadaan Tuhan. “Tuhan akan membuatmu tertunduk, Jeffrey!” kata ayahnya ketika ia membantah keberadaan Tuhan di usia 18 tahun.

Ia akhirnya memutuskan menjadi atheis pada usia 18 tahun, yang berlangsung selama 10 tahun ke depan selama menjalani kuliah S1, S2, dan S3, hingga akhirnya memeluk Islam.

Adalah beberapa saat sebelum atau sesudah memutuskan menjadi atheis, Jeffrey Lang mengalami sebuah mimpi. Berikut penuturan Jeffrey Lang tentang mimpinya itu:

Kami berada dalam sebuah ruangan tanpa perabotan. Tak ada apa pun di tembok ruangan itu yang berwarna putih agak abu-abu.

Satu-satunya ‘hiasan’ adalah karpet berpola dominan merah-putih yang menutupi lantai. Ada sebuah jendela kecil, seperti jendela ruang bawah tanah, yang terletak di atas dan menghadap ke kami. Cahaya terang mengisi ruangan melalui jendela itu.

Kami membentuk deretan. Saya berada di deret ketiga. Semuanya pria, tak ada wanita, dan kami semua duduk di lantai di atas tumit kami, menghadap arah jendela.

Terasa asing. Saya tak mengenal seorang pun. Mungkin, saya berada di Negara lain. Kami menunduk serentak, muka kami menghadap lantai. Semuanya tenang dan hening, bagaikan semua suara dimatikan. Kami serentak kami kembali duduk di atas tumit kami. Saat saya melihat ke depan, saya sadar kami dipimpin oleh seseorang di depan yang berada di sisi kiri saya, di tengah kami, di bawah jendela. Ia berdiri sendiri. Saya hanya bisa melihat singkat punggungnya. Ia memakai jubah putih panjang. Ia mengenakan selendang putih di kepalanya, dengan desain merah. Saat itulah saya terbangun.

Sepanjang sepuluh tahun menjadi atheis, Jeffrey Lang beberapa kali mengalami mimpi yang sama. Bagaimanapun, ia tak terganggu dengan mimpi itu. Ia hanya merasa nyaman saat terbangun. Sebuah perasaan nyaman yang aneh. Ia tak tahu apa itu. Tak ada logika di balik itu, dan karenanya ia tak peduli kendati mimpi itu berulang.

Sepuluh tahun kemudian, saat pertama kali memberi kuliah di University of San Fransisco, dia bertemu murid Muslim yang mengikuti kelasnya. Tak hanya dengan sang murid, Jeffrey pun tak lama kemudian menjalin persahabatan dengan keluarga sang murid. Agama bukan menjadi topik bahasan saat Jeffrey menghabiskan waktu dengan keluarga sang murid. Hingga setelah beberapa waktu salah satu anggota keluarga sang murid memberikan Alquran kepada Jeffrey.

Kendati tak sedang berniat mengetahui Islam, Jeffrey mulai membuka-buka Alquran dan membacanya. Saat itu kepalanya dipenuhi berbagai prasangka.

“Anda tak bisa hanya membaca Alquran, tidak bisa jika Anda tidak menganggapnya serius. Anda harus, pertama, memang benar-benar telah menyerah kepada Alquran, atau kedua, ‘menantangnya’,” ungkap Jeffrey.

Ia kemudian mendapati dirinya berada di tengah-tengah pergulatan yang sangat menarik. “Ia (Alquran) ‘menyerang’ Anda, secara langsung, personal. Ia (Alquran) mendebat, mengkritik, membuat (Anda) malu, dan menantang. Sejak awal ia (Alquran) menorehkan garis perang, dan saya berada di wilayah yang berseberangan.”

“Saya menderita kekalahan parah (dalam pergulatan). Dari situ menjadi jelas bahwa Sang Penulis (Alquran) mengetahui saya lebih baik ketimbang diri saya sendiri,” kata Jeffrey. Ia mengatakan seakan Sang Penulis membaca pikirannya. Setiap malam ia menyiapkan sejumlah pertanyaan dan keberatan, namun selalu mendapati jawabannya pada bacaan berikutnya, seiring ia membaca halaman demi halaman Alquran secara berurutan.

“Alquran selalu jauh di depan pemikiran saya. Ia menghapus aral yang telah saya bangun bertahun-tahun lalu dan menjawab pertanyaan saya.” Jeffrey mencoba melawan dengan keras dengan keberatan dan pertanyaan, namun semakin jelas ia kalah dalam pergulatan. “Saya dituntun ke sudut di mana tak ada lain selain satu pilihan.”

Saat itu awal 1980-an dan tak banyak Muslim di kampusnya, University of San Fransisco. Jeffrey mendapati sebuah ruangan kecil di basement sebuah gereja di mana sejumlah mahasiswa Muslim melakukan sholat. Usai pergulatan panjang di benaknya, ia memberanikan diri untuk mengunjungi tempat itu.

Beberapa jam mengunjungi di tempat itu, ia mendapati dirinya mengucap syahadat. Usai syahadat, waktu shalat dzuhur tiba dan ia pun diundang untuk berpartisipasi. Ia berdiri dalam deretan dengan para mahasiswa lainnya, dipimpin imam yang bernama Ghassan. Jeffrey mulai mengikuti mereka shalat berjamaah.

Jeffrey ikut bersujud. Kepalanya menempel di karpet merah-putih. Suasananya tenang dan hening, bagaikan semua suara dimatikan. Ia lalu kembali duduk di antara dua sujud.

“Saat saya melihat ke depan, saya bisa melihat Ghassan, di sisi kiri saya, di tengah-tengah, di bawah jendela yang menerangi ruangan dengan cahaya. Dia sendirian, tanpa barisan. Dia mengenakan jubah putih panjang. Selendang (scarf) putih menutupi kepalanya, dengan desain merah.”

“Mimpi itu! Saya berteriak dalam hati. Mimpi itu, persis! Saya telah benar-benar melupakannya, dan sekarang saya tertegun dan takut. Apakah ini mimpi? Apakah saya akan terbangun? Saya mencoba fokus apa yang terjadi untuk memastikan apakah saya tidur. Rasa dingin mengalir cepat ke seluruh tubuh saya. Ya Tuhan, ini nyata! Lalu rasa dingin itu hilang, berganti rasa hangat yang berasal dari dalam. Air mata saya bercucuran.”

Ucapan ayahnya sepuluh tahun silam terbukti. Ia kini berlutut, dan wajahnya menempel di lantai. Bagian tertinggi otaknya yang selama ini berisi seluruh pengetahuan dan intelektualitasnya kini berada di titik terendah, dalam sebuah penyerahan total kepada Allah SWT.

Jeffrey Lang merasa Tuhan sendiri yang menuntunnya kepada Islam. “Saya tahu Tuhan itu selalu dekat, mengarahkan hidup saya, menciptakan lingkungan dan kesempatan untuk memilih, namun tetap meninggalkan pilihan krusial kepada saya,” ujar Jeffrey kini.

Jeffrey kini professor jurusan matematika University of Kansas dan memiliki tiga anak. Ia menulis tiga buku yang banyak dibaca oleh Muslim AS: Struggling to Surrender (Beltsville, 1994); Even Angels Ask (Beltsville, 1997); dan Losing My Religion: A Call for Help (Beltsville, 2004). Ia memberi kuliah di banyak kampus dan menjadi pembicara di banyak konferensi Islam.

Ia memiliki tiga anak, dan bukan sebuah kejutan anaknya memiliki rasa keingintahuan yang sama. Jeffrey kini harus menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang sama yang dulu ia lontarkan kepada ayahnya. Suatu hari ia ditanya oleh anak perempuannya yang berusia delapan tahun, Jameelah, usai mereka shalat Ashar berjamaah. “Ayah, mengapa kita shalat?”

“Pertanyaannya mengejutkan saya. Tak sangka berasal dari anak usia delapan tahun. Saya tahu memang jawaban yang paling jelas, bahwa Muslim diwajibkan shalat. Tapi, saya tak ingin membuang kesempatan untuk berbagi pengalaman dan keuntungan dari shalat. Bagaimana pun, usai menyusun jawaban di kepala, saya memulai dengan, ‘Kita shalat karena Tuhan ingin kita melakukannya’,”

“Tapi kenapa, ayah, apa akibat dari shalat?” Jameela kembali bertanya. “Sulit menjelaskan kepada anak kecil, sayang. Suatu hari, jika kamu melakukan shalat lima waktu tiap hari, saya yakin kami akan mengerti, namun ayah akan coba yang terbaik untuk menjawan pertanyaan kamu.”

Sumber: republika/Islam.thetruecall.com

Read more...

Hidayah bisa datang dari mana pun, termasuk dari lapangan hijau

2 komentar

Franck Ribery  ternyata adalah seorang Muslim. Cukup menarik karena ternyata dia seorang Mualaf dan sering menunjukkan cara berdoa Muslim sebelum bermain ke lapangan hijau (yang tentunya mendapat cibiran). Ternyata, banyak sekali pesepak bola dunia yang cukup terkenal yang beragama Islam. Sebut aja Kolo Toure dan Robie Van Persie dari Arsenal. Zlatan Ibrahimovicnya Inter Milan, Louis Sahanya Manchaster United, Zidane, Philippe Trousser , Sami Khedira, Philippe Sanderos, Nathan Ellingthon, Marlon King,  abel Xavier, Erick Abidal, Nikolas Anelka, Maraoune Chamakh, Lee Woon Jae (Timnas Korsel) sampai mantan pelatih Perancis Philippe Troussier juga termasuk seorang Muallaf yang mendapat hidayah masuk Islam  dan mungkin masih ada lagi yang tidak dapat kita sebutkan satu persatu dalam artikel kali ini.
Bukan hanya itu bahkan di tanah air di Indonesia kita banyak pemain sepak Bola yang menjadi Muallaf, sebut saja Crstian Gonchalves,  Danilo Fernando, Antonio Claudio pemain asal Cile, Patricio Jimenez Javier Rocha, Marcio Souza, Christian Lenglolo, denganjuga tidak ketinggalan  pelatih nyentrik asal Moldova, Arcan Iurii.

Untuk pemain Indonesia yang Muallaf bisa kita lihat seperti Markus Horison, juga ke tiga pemain asal dari Papua antara lain adalah, Ely Eboy, Erol Iba, Vendry Mofu juga memutuskan menjadi muallaf, keputusan mereka menjadi mualaf umumnya didorong keinginan sendiri, tanpa ada paksaan dari pihak mana pun.  Saya menjadi mualaf murni karena keinginan saya sendiri,'' ujar Danilo, hal yang sama diakui Iurie. "Sebelumnya, aku lahir dan besar sebagai penganut Kristen Ortodoks, kini aku serius menjadi pemeluk agama Islam. Pilihan ini bukan sekadar main-main," ucap Iurie.

Subhanallah, itulah sebagian besar pemain Sepak bola yang diberikan hidayah oleh Allah SWT,  yang bisa datang dari mana pun, termasuk dari lapangan hijau.

Kembali  kita membahas  kepada Frank Riberry bahwa pemain ini dikenal sebagai pesepakbola yang memiliki skill tinggi dan menjadi tulang punggung bagi klub yang pernah dibelanya.
Franck Ribery hanya diketahui berpindah agama setelah dia bermain untuk klub Galatasaray di Turki.
Usai pembukaan Piala Dunia 2006, nama Franck Ribery menjadi buah bibir. Bukan tentang kehebatannya menggiring atau menendang bola, bidang yang membesarkan namanya. namun tentang kebiasaannya menengadahkan tangan saat berdoa, khas Muslim. Saya berharap dia berpikir lurus dan kembali ke agamanya yang lama, tulis seorang penggemar fanatiknya di papan dialog situs Islamonline.net.
Ribery sendiri tidak menyangka tindakannya menadah tangan memohon kepada Tuhan, dinilai miring sebagian orang, namun bagi dirinya kepercayaan tersebut itu adalah hal pribadi dan bukan konsumsi publik. Itu sebabnya, dia selalu menolak wawancara yang menggiringnya pada pertanyaan mengapa dia berpindah agama. Bahkan ia pernah agak keras memperingatkan paparazzi untuk tidak mendesaknya dengan pertanyaan menyangkut hal yang paling pribadi itu.

Ribery memang seorang mualaf. Pria kelahiran 1 April 1983 ini menjadi Muslim setelah menyunting Wahiba Belhami, Muslimah asal Maroko yang telah mengahdiahinya seorang putri yang manis, Hizya, yang lahir 18 Juli tahun lalu. Ribery hanya diketahui berpindah agama setelah dia bermain untuk klub Galatasaray di Turki selama setahun dan membantu klub itu memenangi Piala Turki pada 2005. Ia mempunyai nama hijrah Bilal.

Di Prancis sendiri, jumlah Muslim memang terus membengkak. namun kebanyakan mereka menyembunyikan jati diri kemuslimannya karena kentalnya stereotip yang melekatkan Muslim dengan terorsime.

Sebetulnya, bukan Franck Ribery saja Muslim yang turut berlaga di Piala Dunia 2006 lalu. Seperti yang telah kami sebutkan diatas bahwa nama-nama pemain kelas dunia seperti rekanya di Timnas Kapten Zinedine Zidane atau Zainuddin Yazid Zidane juga seorang Muslim. Begitu juga bekas pelatih Prancis dan Jepang, Philippe Troussier, yang memeluk Islam setelah menikahi seorang Muslimah bernama Dominique. Namun mereka tidak menunjukkan keislamannya seperti Ribery menunjukkannya.

Swedia pula mempunyai dua pemain Muslim dalam timnya, yaitu Zlatan Ibrahimovic dan Rami Shaaban. Zlatan lahir dalam keluarga imigran Bosnia-Herzegovina yg berpindak ke Malmo, Swedia, dan Rami adalah campuran Mesir dan etnik Finland.

Belanda juga memiliki dua pemain beragama Islam, Robin van Persie dan Khalid Boulahrouz. Robin menjadi Muslim setelah menikahi wanita keturunan belanda-Maroko, Bouchra.

Pantai Gading juga memiliki dua pemain kakak beradik yang beragama Islam, yaitu Kolo Toure dan Yaya Toure. Kolo bermain di posisi pertahanan dan Yaya di tengah. Yaya kini bermain untuk klub Greece, Olympiakos, dan prestasinya mencuri perhatian beberapa klub bergengsi, antara lain Manchester United, Chelsea, dan AC Milan.

Namun bagi Muslim Prancis, Ribery menjadi ikon baru. Steve Bradore, aktivis Muslim Pransic, mengaku salut padanya. Menurut dia, sudah sepatutnya publik Prancis berbangga padanya. Dia adalah contoh yg membanggakan kami berdasarkan persembahan unik dan kesederhanaannya

Ribery sendiri mau sedikit membuka mulut tentang pilihan keyakinannya itu, diakuinya bahwa Kehidupannya turut berubah setelah dia menjadi penganut Islam. Salah satunya ditunjukkan dengan cara dia berdoa itu.

Islam adalah sumber kekuatan saya sama ada diluar atau di dalam padang permainan, katanya.
Saya menghadapi masa-masa sulit dalam membina karier, dan saya mencari kedamaian jiwa dan akhirnya saya menemukan Islam.

Read more...
 
. © 2012 Berbagi Syiar Islam. Supported by Ilman-Islam and Graficom